Ash Fusion Temperature

Pemirsa bloger, yang dimaksud ash fusion temperature (AFT) adalah analisa yang menggambarkan sifat pelelehan abu batubara yang diukur dengan mengamati perubahan bentuk ash yang telah di bentuk kerucut sedemikian rupa saat dipanaskan secara perlahan dan bertahap. Ada dua kondisi pengamatan yaitu pada suasana reduksi dan suasana oksidasi. Hasil dari pengamatan umumnya nilai oksidasi akan lebih besar dari nilai reduksi.

Nilai AFT ini secara keseluruhan di pengaruhi oleh komposisi abu.
Rasio Al2O3 dengan SiO2 = 1: 1,18 menyebabkan sulit meleleh
CaO, MgO, Fe2O3 bersipat agak melelehkan sehingga akan menyebabkan turunnya nilai AFT.
Kandungan FeO, Na2O, dan K2O memberikan andil penurunan nilai AFT yang sangat besar.
Kandungan sulfur yang tinggi menurunkan suhu initial deformasi dan memperlebar rentang suhu lelehnya.

Sebagai catatan AFT tidak bisa di proporsi artinya tidak bisa mencampurkan AFT rendah dan tinggi sehingga mendapatkan nilai AFT yang di inginkan.

Berikut pemirsa bloger prosedur cara mengerjakan analisa Ash Fusion Temperature (AFT) dengan menggunakan tungku manual. Aplikasinya di gunakan pada abu batubara. Dalam penetapan AFT ini ada dua kondisi atmosfire yaitu kondisi Atmosfire Reduksi dan Kondisi Atmosfire Oksidasi.

1. Abukan sejumlah batubara pada sebuah cawan silika. Perhatikan kadar abu batubara untuk mendapatkan jumlah abu yang cukup untuk analisa.
2. Nyalakan tungku sampai suhu 900 0C

3. Sambil menunggu tungku naik suhunya haluskan abu batubara sampai halus seperti bedak (75 micron) jika ada yang berukuran besar gerus dengan menggunakan lumpang dan alu .
4. Ambil sebagianan abu yang sudah di haluskan. Campurkan dengan air sehingga membentuk pasta.
5. Masukan dalam cetakan khusus agar abu berbentuk kerucut. lihat gambar
Cetakan Count AFT
6. Setelah abu berbentuk kerucut pindahkan pada sebuah keramik agar posisi yang lancip berada pada bagian yang paling atas. Lakukan dengan hati - hati tidak boleh ada yang patah.

Bentuk Kerucut abu setelah siap di panaskan
7. Setelah siap, masukan dalam mulut tungku kurang lebih 5 cm biarkan selama 5 menit. Masukan perlahan sedikit - sedikit dan tetap perhatikan bagian puncak kerucut tidak boleh patah.
8. Dorong hingga sampai dekat dengan termocople. Tutup pintu jendela tungkunya. Jendela pintu harus terbuat dari bahan trasparan dan tahan suhu tinggi. Untuk memudahkan pengamatan

 Jika Kondisi Atmosfire Reduksi

9. Aliskan gas CO2 secara perlahan setalah 2 menit alirkan gas H2 secara perlahan perbadingan 50 %:50%

Jika Kondisi Atmosfire Oksidasi

10. Alirkan Gas CO2 saja secara perlahan

11. Setting controler supaya suhu naik sekitar 7-10 derajat permenit.
12. Foto tiap kenaikan suhu 20 OC sampai suhu 1600 OC atau sampai seluruh kerucut menghilang.
13. Amati hasil pemotretan dan tentukan hasilnya.

Pengamatan Hasil AFT
Keterangan Gambar Pengamatan AFT
1. Posisi Awal Kerucut
2. Pisisi Depormasi
3. Spherical
4. Hemispherikal
5. Flow

Keterangan istilah
Depormasi dimana ujung kerucut mulai meleleh bagian yang lancip hilang
Spherical dimana tinggi kerucut sama dengan lebar kerucut
Hemispherikal dimana tinggi sama dengan setengah lebar
Flow dimana tinggi sama dengan 1/7 lebar

Silahkan anda kunjungi Juga :
Analisa Batubara
Slagging dan fouling
Penentuan Kualitas Batubara
Preparasi Batubara 
Sampling Batubara ROM 

Update 07 Jan 2016

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ash Fusion Temperature "

Post a Comment

Silahkan berkomentar