Hal Yang Tidak Baik Dari Sinetron Anak Jalanan

Mungkin sebelumnya beberapa waktu lalu saya menuliskan tentang mengapasih anak jalanan ratingnya tinggi. Salah satunya ya karena biasanya menyebarkan kutipan - kutipan yang bikin penasaran meski saat ini sepertinya penonton mulai memahami gerak - gerik jalur ceritanya.

Terlepas dari semua itu pas tadi malam kebetulan nonton sebagian acara anak jalanan ini, ternyata saya menemukan beberapa hal yang menurut saya kurang baik dipertontonkan dalam acara yang disaksikan berbagai usia ini.

Hal Yang Tidak Baik Dari Sintron Anak Jalanan


Nah yang saya maksudkan hal yang tidak baik dalam acara sintron anak jalanan tersebut setidaknya ada dua hal, yaitu berkelahi dengan orang tua dan kebohogan berencana.

Berkelahi Dengan Orang Tua

Jika mengikuti acara tersebut perkelahian tersebut seolah wajar. 
Kenapa demikian karena bapaknya Mondy menghalang halangi hubungan Mondy dengan Raya. Sampai - sampai bpknya si Mondy mengancam dengan berbagai ancaman. Setiap penonton sepertinya akan terhipnotis dengan apa yang dilakukan Mondy yaitu memukul dan berkelahi dengan bapaknya adalah sesuatu yang sah.

Orang akan menganggap wajar apa yang telah dilakukan oleh Mondy kepada bpkanya.

Padahal hal tersebut sangatlah tidak baik untuk ditiru. Sebagai seorang bintang dalam acara tersebut apa yang dilakukan sang bintang tersebut pastilah dianggap hal yang baik dilakukan oleh penonton terlebih yang belum memiliki pikiran.

Bersikap terhadap orang tua bukanlah seperti itu. Tidak pernah disekolah - sekolah diajarkan hal - hal seperti itu yaitu bekelahi dengan bapak. Itu artinya berkelahi dengan seorang bapak adalah suatu perbuatan yang tidak baik.

Jika adegan - adegan seperti ini terus tayang bukan tidak mungkin akan makin banyak seorang anak yang melakukan perbutan yang tidak menghormati orang tua. Mau dibawa kemana arah moral bangsa ini.


Inginnya saya sih dalam sebuah film atau sintron itu adalah menunjukan bagaimana sikap seorang anak yang baik yang memiliki ayah jahat. Sehingga sang ayah menjadi baik.
Sehingga moral bangsa yang akan dibentuk oleh sebuah film atau sinetron adalah hal - hal yang baik.

Kebehongan Berencana

Memang saya sendiri tidak menonton sepenuhnya acara tersebut hanya saja saat saya menonton cara tersebut hal yang sangat kental ditunjukan adalah kbohongan berencana dan berjamaah.
Tidak hanya berencana tapi berjamaah.

Dalam acara tersebut dikisahkan bahwa anak AJ membohongi Andriyana dan konco - konconya dengan cara menyebarkan undangan pernikahan BOY dan Reva. Undangan tersebut tentu palsu. Karena dalam episode tersebut Boy dan Reva sedang diem - dieman.

Hal ini menghipnotis kepada semua penonton bahwa kejahatan boleh dilawan dengan kejahatan. Kenapa demikian karena dalam hal ini Adriyana adalah tokoh penjahat sedangan AJ dan konco adalah lakonya atau orang - orang baik. Namun apa tang dilakukannya adalah hal - hal yang kurang baik, sehingga para penonton akan mengira jika perbuatan itu adalah perbuatan mulia. 


Inginnya saya dalam suatu acara yang katanya banyak penontonnya ini menunjukan hal - hal yang bisa ditiru tanpa salah persepsi. Menunjukan bagaimana suatu kejahatan akan luntur dengan suatu perbuatan kebaikan. Sehingga Andriyana jadi orang baik, mamanya Andriyana jadi orang baik.

Saya tahu mungkin dengan cerita kebohongan berencana ini bisa jadi pada akhir cerita akan menunjukan perbuatan bohong itu akan berakhir dengan suatu kegagalan. Namun alahkan baiknya jika yang ditunjukan dan proporsinya lama itu adalah perbutan - perbuatan mulia.

Okelah kalo begitu setidaknya itu saja yang ingin saya utarakan mudahan dengan adanya tulisan ini acara di tanah air ini makin hari makin baik, sehingga mampu memperbaiki moral manusia menjadi lebih baik.

Subscribe to receive free email updates:

28 Responses to "Hal Yang Tidak Baik Dari Sinetron Anak Jalanan"

  1. Kalau saya mah tidak begitu suka mas sama sinetron mah kurang seru gituh dan kebanyakan sinetron yang sekarang kurang mendidik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mas sepertinya emang kurang dalam hal pendidikan. mungkin yang dicarinya asal banyak yang tertarik

      Delete
  2. Memang bahaya juga,,, terutama kalau anak berantem sama bapaknya sendiri,,, dalam kisah nyata memang ada juga sih,, tapi kalau dipertontonkan seperti itu rasanya kurang baik juga,,, yang bikin cerita harus kreatiflah, bikan jalan cerita lain yang baik ditonton oleh masyarakat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mas bahaya menurut saya. bisa di anggap perbuatan seperti itu wajar. padahal perbuatan tersebut sangat tidak menghormati orang tua

      Delete
  3. kebetulan ga pernah nonton sinetron, karena memang isinya cuma merusak moral..., hehehe.... :) ,

    ReplyDelete
  4. Di setiap sinetronitu memang selalu ada pro dan kontra ya mang ? seperti sinetron anak jalanan ini yang ratingnya tinggi ini pun memiliki hal yang baik dan tidak baik, itu kembali kepada diri sendiri yang harus pintar dalam memilih mana yang baik dan mana yang kurang baik untuk diri sendiri dan orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang pasti yang di sebutkan saya di atas ya tidak baik. hehehehe

      Delete
  5. Saya akui jam tayang sinetron Anak Jalanan memang sangat strategis dan menguntungkan. Habis magrib adalah jam-jamnya orang-orang untuk menonton tivi. Istri saya saja yang seharian capek kerja, selesai adzan magrib sudah nonton RCTI untuk sekedar pengen tahu lanjutan cerita kemarin.

    Kaum-kaum seperti inilah menjadi penyumbang terbesar rating sinetron tersebut. Sinetron Anak Jalanan adalah maha karya sempurna bagi penikmatnya. *Maha karya sempurna ndasmu...

    Jika kita lihat dari dua sisi, semua sinetron pasti ada sisi negatif dan positifnya. Tapi dibalik itu semua, pasti selalu ada sisi positif pesan moral yang dapat disampaikan. *Katanya orang bijak.

    (saya kutip dari https://harisluqmanhakim.blogspot.co.id/2016/08/alasan-kenapa-kamu-gak-perlu-nonton.html)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang pastimah sisi postifnya itu harus lebih banyak dipertontonkan.

      Delete
  6. kalo saya tidak pernah menonton acara ini mang, karena dirumah sudah kalah sama istri yang lebih suka nonton sinetron india, sedang yang satunya lagi kalah sama anak-anak yang lebih demen nonton kartun, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha
      istri dan anak emang lebih hebat ya. :D

      Delete
  7. ini nih imbasnya kalau nulis artikel seperti di kejar-kejar syetan.....lihat tuh Kebehongan Berencana bukanya seharusnya Kebohongan Berencana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini benar benar aneh....

      Delete
    2. saya kalau nonton Sinetron Anak Jalanan sama mamanya aja mas...anak anak g boleh lihat

      Delete
    3. tapi jangan sampai ikutan beratem sama mamanya lho mas

      Delete
    4. hahahahah. itulah mas kalau nulisnya menggunakan metode di kejar setan. tau aja
      yang penting damai

      Delete
  8. Sinetron sekarang banyak yang tidak mendidik baik makanya saya paling malas liat sinetron sekarang ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mas begitulah namun sedikit pilihannya

      Delete
  9. itulah sinetron saat ini benar-benar tidak ada yang mendidik

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mas namun sedikit sekali pilihannya

      Delete
  10. saya sih ga suka sama sinetron indonesia mang, yaa selain ga mendidik juga alur ceritanya terlalu mainstream dan mudah ditebak hehe

    mending saya mah lalajo main bola ajah mang hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha saya mah mending ulin weh jeng budak balap sapedah

      Delete
    2. hehe, mang itu asa rada jiga pak uda awak tuh dina foto hehehe

      Delete
  11. Memang kalau dianalisa secara psikologi pendidikan banyak yang kurang mendidiknya, kebanyakan nilai hiburannya yang ditonjolkannya. Malah sekarang saya jadi jarang menontonnya kalau bosan dengan film seperti ini. Seharusnya berikan contoh yang baik malah contoh yang buruk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia banyak banget yang kurang emndidik. dan parahnya lagi sedikit sekali pilihannya.

      Delete
  12. enya kang leres, nyontoan teu baleg tah si boy mah.. jadi di tarurutan ku budak leutik teh ke lami lami mah ngalawan ka bapana geura budak teh atulah :( :D

    ReplyDelete
  13. untung saya jarang nonton tv, dikosan gak ada tv, sukanya malah main game.hehe

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar