Melihat Batubara Lebih Dekat

Batubara yang  merupakan salah satu energi alternatif yang kini sedang di uji eksistensinya di dunia per energian masih saja terlihat hitam mulai dari hutam buram sampai hitam mengkilap.
Itulah batubara tak barubah meski sedang melewati masa kritis.
Batubara jika di lihat dari kejauhan tak begitu beda dengan arang hitam warnya. Rah ataupun batubara sama - sam berasal dari tumbuhan.
Namun bagaimana jika kita melihat batubara lebih dekat lagi?
Ada apa saja sih dalam batubara tersebut?



Saatnya kita lihat batubara lebih dekat.


Batubara yang sudah berbentuk bongkahan akan terlihat berbeda - beda sesuai dengan tingkatan batbara itu sendiri, seperti mungkin lebih kilap, atau mungkin lebih coklat atau mungkin lebih hitam tapi buram.

Dari penampakan tersebut ternyata batubara bisa di golongkan dengan mudah sekali, misalkan batubara yang coklat buram itu berarti batubara yang memiliki kalori rendah biasanya termasuk dalam batubara golongan lignit.
Atau mungkin batubaranya mengkilap hitam bisa jadi batubara tersebut termasuk kedalam golongan batubara antrasit.

Itulah batubara jika dilihat di permukaanya.
Bagaimana jika lebih dalam lagi? Kita kupas permukaanya, ada apa lagi?

Ketika batubara dilihat lebih dekat makan akan diketahui beberapa bagain ini.

1. Air


Maka jika batubara di lihat lebih dekat ternyata dalam sebongkah batubara itu mengandung air. Air - air tersebut terperangkap dalam suatu lubang - lubang pori - pori batubara tersebut. Sehingga sulit untuk keluar jika tidak di panaskan pada titik didih airnya.
Namun jika kita menemukan air saat kita memegang batubara tersebut bisa jadi air tersebut merupakan air yang berada di permukaan batubara, bisa saja air tersebut berasal dari air hujan atau air genangan saja.


2. Batubara Berpori


Nah seperti pada poin no 1 batubara memang berpori.
Padahal ketika kita lihat batubara itu kilap atau datar tak terlihat ada lubang - lubangnya, nah ternyata ketika dilihat lebih dekat batubara itu berpori dan pori ini tergantung tingkatan batubara tersebut. Semakin tinggi tingkatan batubara semakin sedikit pori - porinya.
Makanya dalam penetapan kadar air batubara akan di dapatkan kadar yang semakin kecil jika batubaranya semakin tinggi tingkatannya.
Meskipun batubara tersebut mengalami kehujanan yang sama selama satu malam. Pasti kadarnya akan berbeda.

3. Batubara Mengandung Mineral

Selain mengandung air dan berpori ternyata batubara mengndung meineral - mineral bawaan dari sumber pembentukannya.
Sebagai contoh batubara terbentuk dari pohon dan sudah pasti dalam pohon tersebut mengandung meineral - mineral yang terikat dalam batang pohon, daun, bunga, biji dan lain - lain.
Nah ternyata mineral - mineral ini akan tetap ada pada batubara yang terbentuk saat ini.
Meskipun dalam penggunaan batubara mineral - mineral ini biasanya tidak begitu di inginkan. Harapnnya batubara yang di gunakan tidak mengandung meneral.
Namun pada sebagian pakbrik juga seperti pabrik semen mineral - mineral ini justru berguna.
Minera pada batubara  bisa bermacam - macam bergantung batubara itu bersala dari tumbuhan seperti apa dan keberaan tambangnya seperti apa. Karena bisa jadi mineral yang ada pada batubara itu berasal dari tempat sekitarnya yang menepel pada batubara. Banyaknya kandungan mineral dalam batubara bisa di ketahui dengan mudah, yaitu dengan membakar batubara kemudian sisa batubara yang tidak terbakar itulah yang dinamakan mineral dalam batubara.

4. Batubara Mengandung Carbon


Tahukan kita bahwa unsur utama dalam batubara itu adalah unsur yang sama dengan yang ada pada Intan?
Nah ternyata batubara itu sebagian besarnya adalah carbon, Dan itulah ternyata yang bisa menghasilkan energi.
Namun bedanya dengan carbon yang ada pada intan, yaitu carbon pada intan tidak bisa di bakar .
Coba siapa yang bisa menyalakan intan?
Namun tentu ternyata unsur kedua benda ini sama yaitu carbon.
Bagitupun dengan tubuh kita ternyata tersusun atas carbon - carbon.
Carbon dalam batuabara setidaknya ada dua macam yaitu yang terbentuk menjadi vollatile dan yang bener - benar carbon yang bisa menjadi panas.
Carbon yang menjadi vollatile akan segera menguap ketika di panaskan sementara untuk karbon yang akan menjadi energi tidak langsung menguap tapi akan terjadi reaksi pembakaran. Atau biasa di sebut Fixed Carbon.

5. Ternyata Ada belerang

Selai ke 4 macam hal yang sudah di sebuutkan di atas ternyata dalam batubara mangandung unsur belerang. dari mana asalnya?
Belerang pada batubara bisa berasal dari unsur organik atau dalam batubara itu sendiri atau bisa bersala dari unsur mineral yang tercampur saat pengambilan batubara.
Pada dasarnya belerang ini selalu ada pada setiap batubara meskipun kadarnya bermacam - macam. Ada yang besar ada yang kacil dan ada yang besar ataupun kecil sekali.
Kesemuaan ini untuk mengtahuinya secara pasti haruslah dilihat lebih dekat lagi dengan suatu metode, yaitu metode penetapan kadar belerang, Bisa dengan tehnik Infra red ataupun tehnik pembakaran dan penyerapan.


6. Dalam Batubara Ternyata Ada Nitrogen


Nitrogen tidak hanya menempati udara saja bahkan dalam tanah dan termasuk dalam batubara, nitrogen itu ada. Melekat menjadikannya suatu unsur yang menjadi bagian dari batubara.
Nitrogen dalam batubara banyak terikat dalam batubara itu sendiri secara kimiawi. Sehingga untuk memisahkannya perlu adanya energi.
Da sutu analisa untuk menetapkannya, yaitu bisa melalui destruksi silahkan bisa dilihat disini penetapan kadar nitrogen.


Itulah kandungan batubara jika dilihat lebih dekat. Meski jika kita lihat lebih dekat lagi makan akana lebih banyak yang menriknya. Atau jika mau melihat lebih dekat lagi silahkan saja lanjutkan di sini Melihat Batubara Lebih Dekat Lagi

Sekian semoga bermanfaat.


Subscribe to receive free email updates:

43 Responses to "Melihat Batubara Lebih Dekat"

  1. banyak sekali macam2 batubara ya mas, kirain cuma batu bara yg item2 itu saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mas kalo dilihat lebih dekat ada banyak perbedaan dn kandungan di dalamnya mas

      Delete
  2. saya bisa kang kalau menyalakan cintanya neng intan mah :)
    lengkap juga pembahasannya jadi nambah pngetahuan akan batu bara nii, makasih Kang.

    ReplyDelete
  3. Coba kalau pemerintah mendorong warganya untuk menggunakan bricket batu bara sebagai bahan bakar rumah tangga kali gas elpiji nggak langka seperti sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mas. harusnya begitu ya.

      Delete
    2. Padahal batu bara masih melimpah ya, kenapa cuma di peruntukan untuk industri, bukan untuk energi rumahan

      Delete
    3. nah itu dia mungkin yang harus dikembangkan untuk rumah tangga

      Delete
  4. lah akumah melihatnya dari jauh saja sudah cukup,, tak perlu mendekatinya terlalu dekat,,, xexexexex

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia jangan kang kalo kedektan nanti malah kelilipan

      Delete
  5. Setahu saya batu bara itu ya hitam, bisa buat masak dah gitu aja setahu saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheheh ada kang yang coklat kalo masih muda

      Delete
  6. apa batu bara sama saja kayak arang gitu gan pori nya ? saya belum pernah liat. mungkin agan bisa tambahkan gambar bijih batunaranya he

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah orang kalimantan belum tau batubara nih. hehehhe
      boleh boleh saya upload di atas ya

      Delete
  7. saya blum prnh lihat batu bara secara lngsung baik jauh maupun dekat, ko bisa numpuk bgtu om di fotonya, daerah mn yg ada batubara sebnyak itu om...

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu emang di tumpukin biark aberserakan

      Delete
  8. Batu bara memang terlihat seperti arang, Tapi beda sekali yak. kalo diliat lebih rinci banyak mengandung unsur unsur kimiawi. Kalo air mineral seperti le mineral berarti bersumber dari air yang melewati arus batu bara?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kalo ai mineral melewati mineral mas kalo lewat batiubara bawaanya asem

      Delete
  9. Saya sering mangs lihat batubara dari dekat, cuma jarang merhatiin...kebetulan di Tarahan Lampung Selatan tempat pengolahan batubara yang berasal dari Tambang Batubara Bukit Asam Sumsel..

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ia tarahan juga salah satu yang banyak batubara di sana mas

      Delete
  10. kadar batubara juga banyak banget, ada yg bagus banget biasa nya dari kalimanatan kata temen ku yg kerja di batubara

    ReplyDelete
    Replies
    1. dikalimantan juga ada loh yg jago plorotin clana

      Delete
    2. siapa mas? yang pasti bukan saya kan. heheh

      Delete
  11. kadar batubara juga banyak banget, ada yg bagus banget biasa nya dari kalimanatan kata temen ku yg kerja di batubara

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mas begitu makanya secara fisik bisa dibedakan salah satunya dari warnanya

      Delete
  12. ternyata cuikup banyak zat yg terkandung dalam batu bara ya mas rozak

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mas yan sebenernya lebih banyak lagi mas. cuman harus di klik rujukannya. heheheh promo promo

      Delete
  13. gambarnya seperti gunung

    ReplyDelete
  14. maaf nih mas baru bisa berkunjung soalnya cukup lama vacuum ngeblog

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia mas sama saya beberapa hari kemarin vakum juga. pasti sibuk banget ya mas yan. sampai sampi g di update

      Delete
  15. hemm jadi gitu ya batu bara kirain cuma warna hitam aja dan kayak batu batu biasa gitu, belum penah liat batu bara aku.
    jadi ngerti ini sekarang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk itulah mas saya berikan gambarnya mas

      Delete
  16. Sekilas kayak gundukan tanah biasa ya..
    Itu wujudnya gembur apa keras Mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo yang dalam tumbukan itu seperti batu krikil mas.

      Delete
  17. pertama kali datang ke kalimantan saya kira itu pasir hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha bisa jadi mas anggapannya seperti itu

      Delete
  18. ternyata wujud batubara itu kayak gitu ya, saya belum pernah liat secara langsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kal kali mas main ke kalsel arah kotabaru banyak sekali mas

      Delete
  19. Ternyata batubara juga terdapat beberapa kandungan ya mas. Saya pikir ya cuma batu dan kayak batu biasa aja.

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar